Cara Merawat Burung Murai

Bismillahirrahmanirrahim, Cara merawat burung murai – Burung murai atau akrab disapa burung murai batu merupakan jenis burung pemakan serangga kecil atau buah-buahan. Burung murai memiliki tubuh berukuran kecil dengan ekornya yang panjang. Ciri khas burung murai yang ditandai dengan ekor panjangnya menambah kesan menawan dan cantik dari burung ini. Selain itu, burung murai juga merupakan seekor burung pengicau yang sangat hebat. Ketika burung murai sudah bisa berkicau gacor, harga jual burung tersebut akan sangat mahal.

Jenis burung kicau seperti burung murai, akan semakin mahal dijual di pasaran ketika sudah memenangkan berbagai ajang kontes burung.

Cara Merawat Burung Murai Agar Cepat Gacor

Dibalik kicaunya yang merdu dan mentalnya yang kuat saat berkompetensi, terdapat cara merawat burung murai untuk lomba yang khusus dan memerlukan kesabaran. Karena jika cara merawat burung murai batu yang dilakukan pemiliknya salah, maka burung murai akan cepat sakit dan tidak mau berkicau gacor.

1. Melakukan Pengembunan Burung Murai

Cara merawat burung murai anakan

Cara merawat burung murai harus dilakukan secara bertahap dan perlu kesabaran. Pasalnya, perawatan burung murai harus dilakukan secara berurutan dan teratur. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan cara mengembun burung murai di pagi hari. Pengembunan burung murai di pagi hari dilakukan selama 30 menit. Dengan cara membiasakan burung murai untuk diembun atau diangin-angin pada pagi hari, burung murai akan lebih bisa mengingat dan terbiasa dengan lingkungan tempat tinggalnya.

2. Memandikan Burung Murai

Memandikan Burung Murai

Setelah melakukan pengembunan selama 30 menit, cara berikutnya yaitu memandikan burung murai. Untuk semua jenis burung pasti harus melalui perawatan dengan cara dimandikan, entah dengan cara disemprot atau dibiarkan mandi di dalam kurungan.

Burung murai yang rutin dimandikan akan membuat bulu-bulu burung murai tampak bersih dan juga tidak cepat sakit dan selalu sehat. Hal ini dikarenakan virus dan bakteri yang menempel pada bulu burung murai akan lenyap ketika burung mulai dimandikan. Jika ingin burung murai tetap sehat, maka jangan pernah melewatkan proses memandikan burung murai.

3. Menjemur Burung Murai

Cara merawat burung murai untuk lomba

Burung murai yang telah dimandikan, sebaiknya dijemur terlebih dahulu. Bulu-bulu burung murai yang basah, harus dikeringkan agar burung murai tidak merasa kedinginan. Selain itu, melakukan penjemuran burung murai sebagai salah satu cara merawat yang bermanfaat bagi kesehatan burung murai. Penjemuran burung murai cukup dilakukan selama 1 jam. Sinar matahari pagi yang mengenai burung murai akan membuat burung murai merasa lebih segar dan tetap sehat.

Baca juga: Cara merawat burung pleci

4. Melakukan Pengembunan Burung Murai Setelah Dijemur

Cara merawat burung murai agar cepat gacor

Tujuan dilakukannya pengembunan kembali setelah dijemur yaitu untuk menghindari rasa panik atau kaget burung murai setelah merasakan kehangatan matahari pagi. Cukup letakkan burung murai yang telah dijemur di depan teras atau tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 10 menit. Setelah itu, barulah masukkan burung murai ke dalam rumah. Dalam merawat burung murai memang tidak mudah dan memerlukan waktu yang lama, namun hal tersebut akan sepadan dengan hasil kicauan gacor dari burung murai.

5. Membersihkan Kandang Secara Teratur

Membersihkan Kandang Secara Teratur

Tidak hanya burung murai yang perlu dibersihkan atau dimandikan, tempat tinggal burung murai pun perlu dibersihkan. Selain cara merawat burung murai sangat penting untuk dilakukan secara berkala, membersihkan sangkar burung murai pun sangat penting untuk menjaga kesehatan burung murai. Sangkar yang dibiarkan kotor dengan kotoran yang menumpuk tentu akan menjadi sumber penyakit dan membuat burung murai mudah terkena penyakit.

6. Memberikan Porsi Makan Yang Sesuai dan Tepat Waktu

Makanan yang biasa diberikan pecinta burung murai untuk dimakan oleh burungnya yaitu jangkrik, kroto, dan cacing tanah. Pemberian makanan yang berbeda untuk burung murai dilakukan agar burung murai tidak mudah merasa bosan. Namun, porsi yang diberikan untuk tiap jenis makanan yang akan disajikan berbeda.

Untuk pemberian jangkrik, berikan sebanyak 5 ekor jangkrik untuk makan burung murai. Jangkrik yang akan diberikan pun sebaiknya dibuang terlebih dahulu bagian yang tidak pentingnya, seperti kepala dan kaki jangkrik. Lalu, berikan makanan burung murai pada wadah yang disediakan. Hindari memberi makan burung murai langsung dengan tangan, agar burung murai lebih aktif dan tidak manja. Cara yang seperti ini tentunya sangat efektif untuk membantu menjaga kondisi prima burung murai.

Untuk pemberian makanan berupa kroto, sebaiknya diberikan dalam porsi yang tidak terlalu banyak. Berikan makanan kroto kepada burung murai maksimal satu kali dalam seminggu. Untuk alternatif lainnya bisa diberikan makanan seperti cacing tanah. Untuk tambahan, burung murai dapat diberikan multivitamin sebanyak dua kali dalam seminggu.

7. Mengganti Air Minum Secara Rutin

Selain memberikan makan dengan pola dan waktu yang teratur, menyediakan air minum di dalam sangkar burung murai pun harus diberikan secara rutin. Mengganti air yang sudah terlihar kotor dan tidak jernih lagi dengan air yang baru secara rutin dapat membantu burung murai untuk menjaga kesehatannya.

8. Melakukan Pemasteran Burung Murai

Seperti halnya jenis burung kicau lainnya yang biasa melakukan pemasteran, burung murai juga memerlukan pemasteran untuk perawatannnya agar bisa gacor. Pemasteran burung murai akan sangat efektif jika dilakukan antara pukul 10 hingga 4 sore, pada jam-jam tersebut burung murai berada dalam kondisi yang baik dan aktif.

Melakukan pemasteran pada burung murai bisa dengan cara didengarkan pada suara burung murai asli atau MP3. Proses pemasteran pun sebaiknya hanya dilakukan selama 15 menit. Jika terlalu lama, burung murai akan mudah stress dan sakit.

9. Mengamati Karakter Burung Murai

Mengamati Karakter Burung Murai

Cara merawat burung murai berikutnya yaitu mengamati karakter burung murai yang sedang dipelihara. Karakter setiap burung murai berbeda beda, tidak mungkin sama dengan burung murai milik teman atau kerabat. Maksud dari mengamati karakter yaitu mengetahui makanan kesukaan si burung murai peliharaan, waktu ia menunjukkan keaktifannya, dan lain lain.

10. Meletakkan Sangkar Burung Murai Di Tempat Yang Terlihat Seperti Habitat Alamnya

Meletakkan Sangkar Burung Murai Di Tempat Yang Terlihat Seperti Habitat Alamnya

Dalam menempatkan sangkar burung murai pun tidak sembarangan. Akan lebih baik jika sangkar burung murai diletakkan pada tempat yang menyerupai habitat aslinya. Misalnya terdapat pepohonan rindang dan suasana yang asri. Cara merawat burung murai dengan menempatkannya di tempat yang menyerupai aslinya akan membuat burung murai lebih leluasa untuk berkicau hingga gacor.

Baca juga: Cara merawat burung kacer

Cara Merawat Burung Murai Anakan

Di atas ialah cara merawat burung murai biar cepat gacor dan sehat, namun untuk burung murai anakan, mereka memiliki cara merawat tersendiri, yaitu:

1. Burung Murai Anakan Usia 7 Hari

Pemberian makanan pada burung murai anakan usia 7 hari tidak dapat sembarangan, dalam waktu 7 hari tersebut pemberian makan berupa kroto dapat dijadikan alternatif. Namun, kroto yang disediakan untuk makan burung murai anakan harus dicelupkan ke dalam air matang terlebih dahulu. Tujuannya yaitu agar kroto menjadi lengket dan mudah untuk dimakan burung murai anakan. Kroto yang disajikan pun harus baru dan bersih dari semut-semut kecil. Selain itu, jangka waktu untuk pemberian makan burung murai anakan tidak boleh lebih dari 1 jam, karena burung murai anakan memiliki nafsu makan yang tinggi.

2. Burung Murai Anakan Usia 8 Sampai 14 Hari

Perawatan untuk burung murai anakan usia 8 sampai 14 hari hampir sama dengan sebelumnya, yang berbeda ialah pencampuran voer untuk pemberian makan burung murai anakan. Pencampuran antara 30% voer dan 70% kroto yang sudah dicampurkan dengan air hangat terlebih dahulu dapat menjadi makanan bagi burung murai anakan usia 8 hingga 14 hari.

3. Burung Murai Anakan Usia 15 Sampai 30 Hari

Jika burung murai anakan sudah mencapai usia 14 hari lebih, maka kemungkinan untuk burung murai anaka dapat bertahan hidup tinggi. Perawatan yang diberikan pun tidak berbeda jauh dengan sebelumnya. Hanya saja pencampuran kroto dan voer diubah dengan persentase 50:50. Selain itu, untuk burung murai anakan di usia 15 sampai 30 hari, sudah dapat diberikan makanan lain berupa anakan jangkrik agar tidak bosan dan gizinya terpenuhi.

Itu dia cara merawat burung murai batu untuk lomba agar gacor dan tetap sehat dari Alam Burung

Tinggalkan komentar