Cara Ternak Lovebird

Bismillahirrahmanirrahim, Peminat burung lovebird kian menjamur. Melihat peluang ini, budidaya lovebird dirasa sangat menguntungkan. Apalagi jika Anda cara ternak lovebird secara koloni. Keuntungan yang didapatkan akan jauh lebih besar dibandingkan dengan beternak sepasang-sepasang.

Lovebird adalah burung yang saling menyayangi. Para peneliti telah membuktikan bahwa lovebird adalah burung yang setia. Ia hanya memiliki satu kekasih di dalam hidupnya. Itulah mengapa burung ini dinamakan lovebird.

Selain itu, warna dari lovebird sangat cantik beraneka ragam. Mulai dari hijau, kuning, hingga abu. Tidak heran, jika lovebird dijual dengan harga yang cukup mahal.

Cara Ternak Lovebird Yang Baik Dan Benar

Sebagai pemula, tentunya anda merasa bingung harus memulainya dari mana. Selain itu, kekhawatiran akan kegagalan beternak lovebird seringkali menghantui peternak burung pemula. Untuk mengatasi permasalahan di atas, tentu saja anda harus tahu cara ternak lovebird yang baik dan benar.

1. Kandang Ternak Lovebird

Kandang ternak lovebird

Kandang merupakan material paling penting saat Anda memutuskan untuk beternak lovebird. Besar kecilnya kandang disesuaikan dengan kebutuhan. Jika Anda memutuskan untuk budidaya lovebird dalam skala yang besar, Anda dapat membuat kandang dengan ukuran yang besar, namun bersekat. Sebaliknya, jika hanya sepasang saja, siapkan kandang yang sesuai untuk burung anda.

Yang paling penting dari sebuah kandang adalah tempat bertelur lovebird yang terbuat dari kayu dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 25 cm. Selain itu, siapkan pula ranting, serut kayu, dan daun kering di sekitar tempat bertelur. Nantinya lovebird akan menghiasi sarangnya sendiri.

2. Membeli Lovebird Yang Akan Dikawinkan

Cara ternak lovebird koloni

Untuk menghasilkan anakan yang berkualitas, pilihlah pula indukan yang berkualitas. Sebaiknya, lovebird jantan usianya lebih tua dibandingkan dengan lovebird betina. Karena, lovebird jantan akan lebih mendominasi dibandingkan dengan betinanya.

Agar tidak keliru, Anda harus tahu mana lovebird jantan dan mana yang betina dari ciri-ciri fisiknya. Lovebird jantan biasanya memiliki kaki yang lebih rapat saat bertengger. Kemudian, ujung sayapnya berbentuk V dan ekornya lebih runcing. Selain itu, warna bulu lovebird jantan lebih mencolok dan berwarna kontras.

Sedangkan lovebird betina memiliki kaki yang renggang saat bertengger. Ujung sayapnya berbentu U dan ekornya lebih rata. Lovebird betina lebih besar dan berat dibandingkan lovebird jantan. Selain itu warnanya lebih kusam.

Baca juga: Cara merawat burung lovebird

3. Menunggu Lovebird Siap Kawin

Cara ternak lovebird yang baik dan benar

Tidak semua lovebird yang Anda beli sudah siap kawin. Untuk lovebird yang belum siap kawin, Anda harus menunggu masa kawinnya. Lovebird sudah siap kawin jika usianya 1 tahun dan biasanya menunjukkan tanda-tanda siap kawin.

Untuk lovebird betina, biasanya ia akan sering merentangkan sayap dan ekornya ke atas. Sedangkan untuk lovebird jantan, ia akan sering menggosok-gosokkan pantatnya ke kandang. Jika tanda-tanda tersebut mulai terlihat, tandanya lovebird Anda sudah siap kawin.

4. Menjodohkan Lovebird

Menjodohkan lovebird

Setelah masa kawin tiba, saatnya Anda menjodohkan lovebird. Caranya adalah menyatukan lovebird jantan dan betina ke dalam satu kandang. Kemudian, kerodong mereka dalam satu hari. Jika dalam satu hari mereka tidak bertengkar, tandanya mereka jodoh. Sebaliknya, jika terjadi pertengkaran, pisahkan dan cari lovebird lain yang sudah siap kawin.

5. Memisahkan Lovebird Di Kandang Yang Berbeda

Memisahkan lovebird di kandang yang berbeda

Memisahkan lovebird di kandang yang berbeda berlaku untuk cara ternak lovebird koloni. Karena Anda tidak bisa mencampurkan semua lovebird ke dalam satu kandang yang sama.

6. Memberikan Makan Secara Rutin

Memberikan lovebird makan secara rutin

Asupan makanan yang bergizi mendukung proses perkawinan lovebird agar cepat bertelur. Ada beberapa makanan yang baik untuk lovebird Anda selama masa kawin, yaitu kangkung, milet, benih kenari, jagung muda, tulang sotong, telur rebus, buah segar, biji matahari, tauge, dan biji sawi. Selain itu, tambahkan pula vitamin yang dapat dibeli di toko burung.

Baca juga: Makanan burung lovebird

7. Memperhatikan Proses Perkawinannya

Saat proses perkawinan terjadi, Anda tidak bisa abai begitu saja. Anda tetap harus memperhatikan proses perkawinan mereka. Akan tetapi jangan terlalu sering memperhatikannya karena dapat mengganggu lovebird. Cukup perhatikan dari kejauhan saja.

8. Mengantisipasi Induk yang Tidak Mau Mengerami Telur

Lovebird biasanya menghasilkan 3 butir telur. Saat lovebird bertelur, ada lovebird yang tidak mau mengerami telurnya, dan itu merupakan hal yang wajar. Anda dapat menyiasatinya dengan mendekatkan sangkar burungnya ke sangkar burung lovebird yang mau mengerami telurnya. Dengan begitu, lovebird yang awalnya tidak mau mengerami telurnya akan ikut terpancing untuk mengerami telurnya juga.

9. Penanganan Telur Lovebird Yang Menetas

Mungkin Anda merasa gemas saat seekor baru saja keluar dari cangkangnya. Akan tetapi, jangan terburu-buru untuk memindahkannya. Tunggu hingga usianya 14 hari baru pisahkan dengan induknya. Di saat itulah Anda harus menyiapkan lampu 5 watt agar tubuhnya tetap hangat.

10. Memberi Makan Anakan Lovebird

Anakan lovebird tidak bisa makan sendiri, karena tubuhnya yang masih rentan. Oleh karena itu, Anda harus proaktif membantunya makan. Makanan untuk anakan lovebird adalah bubur bayi atau pelet yang sudah diseduh dengan air hangat.

Sedangkan untuk cara menyuapinya adalah dengan bantuan suntikan yang sudah ditambahkan selang lentur di bagian ujungnya. Suapi anakan lovebird setiap 4 jam sekali.

Itu dia 10 cara ternak lovebird agar cepat bertelur untuk pemula. Sangat mudah untuk dipraktikkan bukan?

Tinggalkan komentar